Butuh uang tunai untuk berbagai keperluan? Salah satu cara yang paling praktis adalah melakukan penarikan melalui mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri).
Bagi sebagian orang, tarik tunai di ATM mungkin sudah menjadi aktivitas sehari-hari. Namun, bagi pengguna yang baru memiliki kartu ATM atau belum terbiasa menggunakan mesin ATM, prosesnya masih bisa terasa membingungkan.
Pada dasarnya, kartu ATM dapat digunakan untuk melakukan penarikan tunai dengan mengurangi saldo simpanan pemegang kartu secara langsung. Hal ini sesuai dengan penjelasan Bank Indonesia mengenai kartu ATM sebagai alat pembayaran yang dapat digunakan untuk penarikan tunai.
Lantas, bagaimana cara tarik tunai di ATM yang benar? Simak langkah-langkahnya berikut ini!
Sebelum melakukan transaksi, ada beberapa hal yang perlu dipastikan agar proses tarik tunai berjalan lancar, yaitu:
Selain itu, pastikan kondisi mesin ATM terlihat normal sebelum digunakan. Bank Indonesia menyarankan pengguna untuk mengamati kondisi gerai ATM dan mewaspadai keberadaan perangkat mencurigakan seperti skimmer atau kamera kecil di sekitar keypad.
Baca juga: Cara Menemukan ATM Terdekat dengan Mudah
Jika menggunakan kartu ATM/debit, proses penarikan tunai umumnya dilakukan melalui beberapa langkah berikut.
Masukkan kartu ATM/debit ke slot yang tersedia pada mesin ATM. Pastikan posisi kartu sudah sesuai dengan petunjuk yang tertera pada mesin.
Pada beberapa mesin ATM, kartu akan keluar kembali setelah proses pembacaan data. Ikuti instruksi yang muncul pada layar.
Setelah kartu terbaca, mesin ATM biasanya akan meminta Anda memilih bahasa yang ingin digunakan.
Pilih bahasa yang paling mudah dipahami, misalnya Bahasa Indonesia.
Masukkan Personal Identification Number (PIN) kartu ATM Anda.
Pastikan tidak ada orang lain yang dapat melihat PIN saat Anda memasukkannya. Untuk menjaga keamanan, tutupi keypad dengan tangan ketika mengetik PIN.
Jangan pernah memberikan PIN kepada orang lain, termasuk orang yang menawarkan bantuan ketika Anda mengalami kendala di ATM. Bank Indonesia juga mengimbau pengguna untuk menjaga kerahasiaan PIN dan tidak menggunakan PIN yang mudah ditebak.
Setelah PIN berhasil diverifikasi, layar ATM akan menampilkan beberapa pilihan transaksi.
Pilih menu "Tarik Tunai", "Penarikan Tunai", atau pilihan lain yang memiliki fungsi serupa. Nama dan tampilan menu dapat berbeda-beda tergantung pada bank dan jenis mesin ATM yang digunakan.
Selanjutnya, pilih jumlah uang yang ingin Anda ambil.
Beberapa ATM menyediakan pilihan nominal tertentu, misalnya Rp100.000, Rp200.000, Rp500.000, dan sebagainya. Jika nominal yang diinginkan tidak tersedia, Anda dapat memilih opsi "Jumlah Lain" atau menu sejenis untuk memasukkan nominal secara manual.
Pastikan nominal yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan saldo rekening Anda.
Setelah memilih nominal, periksa kembali jumlah uang yang akan ditarik.
Jika sudah sesuai, pilih "Ya", "Benar", atau tombol konfirmasi yang tersedia pada layar.
Setelah transaksi diproses, mesin ATM akan mengeluarkan uang tunai melalui tempat keluarnya uang.
Segera ambil uang tersebut dan pastikan jumlahnya sesuai dengan nominal yang Anda pilih.
Jangan lupa mengambil kembali kartu ATM Anda setelah transaksi selesai. Jika mesin mengeluarkan struk, Anda juga dapat mengambilnya sebagai bukti transaksi.
Sebelum meninggalkan mesin, pastikan kartu, uang, dan barang pribadi sudah tersimpan dengan baik.
Bank Indonesia juga menyarankan pengguna menyimpan bukti transaksi serta melakukan pengecekan rekening untuk memastikan transaksi yang dilakukan sudah sesuai.
Selain mengetahui cara tarik tunai di ATM, penting juga untuk memahami cara menjaga keamanan saat bertransaksi.
PIN merupakan informasi keamanan yang harus dijaga kerahasiaannya. Jangan memberitahukan PIN kepada orang lain atau menuliskannya di kartu ATM.
Bank Indonesia juga menyarankan agar pengguna tidak menggunakan PIN yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau nomor telepon.
Gunakan tangan untuk menutupi keypad ketika memasukkan PIN. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah orang lain melihat nomor PIN Anda.
Sebelum memasukkan kartu, perhatikan kondisi mesin. Waspadai bagian yang terlihat tidak biasa, perangkat tambahan pada slot kartu atau keypad, maupun kamera kecil yang mencurigakan.
Bank Indonesia secara khusus mengingatkan pengguna untuk mewaspadai perangkat seperti skimmer dan kamera kecil pada mesin ATM.
Jika mengalami masalah saat bertransaksi, sebaiknya hubungi call center resmi bank atau pihak yang bertanggung jawab atas ATM tersebut.
OJK juga mengingatkan mengenai modus penipuan di ATM, termasuk pelaku yang berpura-pura membantu nasabah untuk mendapatkan PIN atau kartu.
Jika kartu ATM tertelan mesin, jangan panik dan jangan mencoba meminta bantuan orang yang tidak dikenal.
Segera hubungi call center resmi bank untuk melaporkan kejadian dan meminta tindakan yang diperlukan. Bank Indonesia juga menyarankan pengguna tetap berada di lokasi ATM sampai kartu berhasil diblokir jika kartu tertelan.
Baca lagi: Kenali Fitur Mesin ATM yang Mendukung Layanan Perbankan Modern
Batas penarikan tunai tidak selalu sama untuk setiap kartu dan bank. Besarnya limit dapat dipengaruhi oleh jenis kartu, teknologi kartu, kebijakan penerbit, serta ketentuan yang berlaku.
Bank Indonesia menetapkan batas maksimum penarikan tunai kartu ATM/debit dalam ketentuan sistem pembayaran, tetapi angka yang dapat digunakan nasabah dalam praktiknya dapat mengikuti ketentuan produk dan penerbit kartu.
Karena itu, sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar, sebaiknya cek limit tarik tunai kartu melalui aplikasi mobile banking, website resmi bank, atau layanan pelanggan bank.
Salah satu kondisi yang mungkin membuat pengguna khawatir adalah ketika transaksi tarik tunai dinyatakan berhasil, tetapi uang tidak keluar dari mesin atau jumlah uang yang diterima tidak sesuai.
Jika mengalami kondisi tersebut, jangan langsung melakukan transaksi berulang kali. Sebaiknya:
Jangan memberikan PIN, OTP, atau data keamanan lainnya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
Cara tarik tunai di ATM sebenarnya cukup sederhana. Dengan kartu ATM/debit, Anda hanya perlu memasukkan kartu, memasukkan PIN, memilih menu tarik tunai, menentukan nominal, lalu mengambil uang dan kartu setelah transaksi selesai.
Meski demikian, kemudahan transaksi tetap perlu diimbangi dengan keamanan. Pastikan Anda selalu menjaga kerahasiaan PIN, memeriksa kondisi mesin sebelum digunakan, serta menggunakan kanal resmi bank jika mengalami kendala.
Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai, Anda bisa melakukan transaksi tarik tunai melalui mesin ATM ATMi yang terpercaya dan bisa diandalkan. Nikmati kemudahan bertransaksi dan temukan lokasi ATM ATMi terdekat untuk memenuhi kebutuhan transaksi tunai Anda!.
Cara tarik tunai di ATM umumnya dilakukan dengan memasukkan kartu ATM, memasukkan PIN, memilih menu tarik tunai, menentukan nominal, kemudian mengambil uang dan kartu setelah transaksi selesai.
Bisa, jika ATM dan layanan bank yang digunakan mendukung fitur tarik tunai tanpa kartu. Beberapa layanan menggunakan aplikasi mobile banking, kode transaksi, atau QR untuk memproses penarikan.
ATM tidak mengeluarkan uang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti gangguan mesin, masalah jaringan, atau kendala pada transaksi. Jika saldo sudah terpotong tetapi uang tidak keluar, segera hubungi bank melalui kanal resminya.
Pada jaringan ATM yang saling terhubung, kartu ATM tertentu dapat digunakan untuk melakukan tarik tunai di ATM bank lain. Namun, ketentuan dan biaya transaksi dapat berbeda tergantung bank dan jaringan yang digunakan.
Maksimal tarik tunai bergantung pada jenis kartu, bank, dan kebijakan penerbit. Karena itu, cek limit kartu melalui aplikasi atau kanal resmi bank sebelum melakukan penarikan dalam jumlah besar.